Pratinjau Watch Internet TV Free Online Television is a major distributor on the internet of streaming media. You may find this one to be the best place to watch online TV while on the internet, the type of television that will slowly but surely replace the television set that is old. Finding music, sports, movie and news channels will be easy now. From the top navigation menu accessing these recourses is fast. No registration or monthly fee is required to watch your favorite channels. Besides watching television for free you can also enjoy listening to radio stations that broadcast online. They can be sorted by country and accessed in just the same way. You may be required to have Real Player or Windows Media Player in order to watch some of the channels.Should it happen that you don’t have them you’ll be prompted to download them. We’ll be glad if you enjoy your stay at this site and should it be the case please let your friends know about us so that we are better known on the Internet.Pratinjau   

Jumat, 08 Maret 2013

Ulasan Jelang Pertandingan: Tottenham Hotspur vs Inter Milan

Add caption
Bale dan Zanetti saat Inter menjamu Spurs di Giuseppe Meazza dalam laga Liga Champions pada Oktober 2010 silam. …Ditulis oleh: Yoga Cholandha

Malam nanti, Tottenham Hotspur dan Internazionale kembali bertemu untuk pertama kalinya setelah tiga tahun. Internazionale akan datang ke London dengan modal kemenangan heroik atas Catania di Serie A. Meski mampu meraih kemenangan di partai terakhirnya, tren Internazionale sebetulnya sedang tidak terlalu bagus. Mereka cenderung kesulitan membagi fokus di ajang Liga Europa dan Serie A.

Tidak hanya itu, situasi Internazionale secara umum juga sedang tidak kondusif, terkait perselisihan antara Andrea Stramaccioni dan Antonio Cassano, serta cedera yang menimpa beberapa pemain seperti Diego Milito, Walter Samuel, Yuto Nagatomo, Matias Silvestre, Joel Obi, dan Gaby Mudingayi.

Internazionale sedang tidak dalam kondisi terbaik, sementara penampilan Tottenham Hotspur justru sedang berada di puncak.

Pelatih — Andre Villas Boas vs Andrea Stramaccioni


Villas Boas jelas lebih berpengalaman dibanding Stramaccioni. Di usia 35 tahun, Villas Boas sudah pernah merasakan gelar juara Liga Europa bersama FC Porto dua musim lalu. Sementara, Stramaccioni betul-betul merupakan pelatih yang minim pengalaman di sepak bola level senior. Prestasi Stramaccioni sebelumnya hanya mengantarkan tim primavera Internazionale merengkuh gelar juara NextGen Series tahun lalu.

Meski begitu, Stramaccioni adalah seorang pelatih cerdas dengan idealisme kuat. Seperti tim Inter juniornya, ia memilih untuk memainkan pemain-pemain dengan fisik kuat dibanding pemain-pemain flamboyan. Bukti paling nyatanya adalah kebijakannya memainkan Fredy Guarin di posisi trequartista, alih-alih Wesley Sneijder atau Philippe Coutinho. Dua nama terakhir bahkan saat ini sudah dilepas ke Galatasaray dan Liverpool. Selain itu, Stramaccioni juga punya kecenderungan menggonta-ganti formasinya, terutama di lini belakang.

Di pihak lain, Andre Villas Boas adalah pemuja permainan menekan. Ia menekankan pada penguasaan ruang sebagai awal dari penguasaan permainan. Tottenham asuhannya saat ini menunjukkan secara jelas kepada kita sepak bola macam apa yang diinginkan Villas Boas. Semua dimulai dari belakang.

Di pertandingan melawan Internazionale ini, Villas Boas juga dihadapkan pada situasi yang sedikit emosional karena ketika Jose Mourinho menjadi nakhoda di Internazionale, Andre Villas Boas adalah pencari bakat yang bertanggungjawab langsung kepada The Special One. Saking hebatnya, Mourinho kabarnya kecewa berat setelah Villas Boas memutuskan untuk keluar dari jabatan pencari bakat dan memulai karier sebagai pelatih.

Villas Boas pernah bertugas di Internazionale dan meskipun situasi sudah banyak berubah, ia pasti masih mengetahui seluk-beluk pemain-pemain lama Internazionale seperti Javier Zanetti, Esteban Cambiasso, dan Cristian Chivu.

Pemain – Jan Vertonghen vs Esteban Cambiasso


Jan Vertonghen adalah seorang pemain bertahan modern yang tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga piawai menginisiasi serangan dari lini belakang. Kedatangannya ke Tottenham musim ini benar-benar terlihat seperti takdir yang harus dipenuhi baik oleh Vertonghen sendiri, Andre Villas Boas, dan Tottenham secara keseluruhan. Selain kemampuan bertahan dan kemampuan menginisasi serangan, Jan Vertonghen adalah komandan alami lini belakang tim manapun yang diperkuatnya. Ia memiliki kemampuan mengorganisasi barisan pertahanan. Terakhir, tekniknya yang cukup baik membuatnya tidak canggung ditempatkan di posisi full-back kiri.

Dari kubu Internazionale, nama Esteban Cambiasso adalah nama krusial yang sulit untuk tidak dimasukkan hitungan sebagai pemain kunci. Mengawali karier sebagai seorang breaker di lini tengah, Cambiasso berevolusi menjadi pemain yang tak hanya piawai memutus serangan lawan, melainkan juga mampu menjadi metronom tim. Keberadaan Cambiasso adalah jaminan mutu stabilitas lini tengah. Belakangan ini, umpan-umpan lambungnya juga makin ciamik. Kemampuan kompletnya sebagai seorang gelandang tengah membuat Cambiasso terus menjadi andalan meski usianya makin uzur.

Prediksi

Kedua tim mungkin tidak akan memainkan seluruh pemain inti. Meski demikian, pemain kunci seperti Gareth Bale dan Jan Vertonghen (Tottenham) serta Esteban Cambiasso dan Rodrigo Palacio (Inter) kemungkinan besar tetap turun.

Villas Boas memiliki dua alternatif formasi, yakni 4-2-3-1 dan 4-4-2, tetapi jika menilik performa apik yang ditunjukkan lewat formasi 4-2-3-1, Villas Boas rasanya tidak akan ambil risiko. Ia mungkin saja menurukan Lewis Holtby dan Tom Carroll di lini tengah. Jermain Defoe juga sepertinya akan diturunkan sejak menit pertama, terutama untuk mengeksploitasi lini belakang Internazionale yang bermasalah dengan kecepatan.

Stramaccioni sendiri juga memiliki dua opsi formasi yakni 3-4-1-2 dan 4-4-2 berlian. Menilik stok pemain, rasanya Stramaccioni akan memilih untuk menggunakan pola 4-4-2 berlian. Stok lini belakang amat tipis setelah Samuel dan Silvestre dipastikan absen serta kondisi Ranocchia meragukan. Di lini tengah, Stramaccioni akan menurunkan pemain-pemain terbaik yang tersedia seperti Kuzmanovic, Cambiasso, dan Gargano.

Tottenham berpotensi mengendalikan jalannya pertandingan, tetapi Internazionale punya pilihan untuk menutup ruang-ruang yang berpotensi dimaksimalkan para pemain Tottenham. Internazionale perlu mewaspadai kecepatan pemain-pemain Tottenham terutama yang beroperasi di sektor sayap. Sementara itu, Tottenham juga perlu mewaspadai gerak-gerak kejut khas tim Italia.

Entri Populer